Sabtu, 07 Oktober 2017

TOPOLOGI STAR

Disini Saya Akan Menjelaskan Tentang :
TOPOLOGI YANG COCOK UNTUK WARNET,PENGERTIAN KABEL FIBER OPTIC,DAN PENGERTIAN DAN CARA MEMBUAT STRAIGHT TROUGH DAN CROSSOVER

Topologi Star sangat tepat untuk Warnet dan Game Online

Topologi Star sangat tepat untuk Warnet dan Game Online

 Topologi Star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah. Mempunyai bentuk seperti bintang /star, setiap node tersambung secara terpusat pada sebuah perangkat keras Hub/Switch.

Prinsipnya topologi star adalah control terpusat, seluruh link harus melalui pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat disebut dengan stasiun primer /server sedangkan yang lainnya dinamakan stasiun sekunder /client. Pada saat hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server dapat menggunakan hubungan jaringan sewaktu-waktu tanpa menunggu perintah dari server.

Kabel yang dipakai pada topologi ini adalah kabel UTP dengan konektor RJ-45 dengan kebutuhan kabel yang lebih banyak dibandingkan dengan Topologi yang lain. Karena setiap workstation harus memiliki kabel tersendiri untuk terhubung dengan Hub/Switch dan juga membutuhkan penanganan secara khusus. Dengan adanya kabel tersendiri  untuk setiap workstation ke server, maka Bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan menambah atau meningkatkan kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bilaterdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan sengan server, dan jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan.

*FIBER OPTIK*
Fiber optik merupakan serat yang terbuat dari kaca atau plastik umumnya digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar dari pada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser. Laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

   Fiber optik ini kemampuan bekerjanya cukup besar, antara lain: bisa di pakai dalam jarak yang jauh, kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps, memiliki ukuran yang relatif tinggi sehingga sulit di perngaruhi gangguan, namun harganya relatif mahal dan instalasi pemasangan yang relatif sulit.

         Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi. serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitucladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada coreakan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Serat optik dapat dibagi menjadi tiga :

Single mode: serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.

Multi mode step index: serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

Multimode grade index: serat optik dengan diameter core yang besar dan mempunyai cladding yang bertingkat indeks biasnya sehingga dapat menambah bandwidth jika dibandingkan dengan Multimode step indek.
*Cocok digunakan dalam topologi star*

KABEL STRAIGHT-THROUGH

Pada tipe kabel UTP yang satu ini, ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA, misalnya : model 568A ke model 568A dan model 568B ke model 568B.

Adapun fungsi kabel Straight-Through yaitu :

Menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.Menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSLMenghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.Menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.Menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa.

Pada kabel Straight-Through, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya. Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel Straight-Through ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada Switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

Urutan kabel Straight-Through terdiri dari 2 macam yaitu :

1. Kabel Straight-Through Model 568A

Urutan pemasangan kabel UTP untuk model yang satu ini umumnya mengikuti aturan standar international dari Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) sebagai berikut (Diurutkan mulai dari Pin 1 hingga Pin 8) :

Urutan ke 1 : Putih Hijau
Urutan ke 2 : Hijau
Urutan ke 3 : Putih Orange
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Orange
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat

2. Kabel Straight-Through Model 568B

Urutan pemasangan kabel UTP untuk model yang satu ini juga mengikuti aturan standar international dari Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) sebagai berikut (Diurutkan mulai dari Pin 1 hingga Pin 8) :

Urutan ke 1 : Putih Orange
Urutan ke 2 : Orange
Urutan ke 3 : Putih Hijau
Urutan ke 4 : Biru
Urutan ke 5 : Putih Biru
Urutan ke 6 : Hijau
Urutan ke 7 : Putih Coklat
Urutan ke 8 : Coklat

KABEL CROSSOVER

Pada tipe kabel UTP yang satu ini, ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA untuk model 568A, sementara ujungnya yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA untuk model 568B. Dengan begitu maka bisa disimpulkan bahwa urutan kabel Crossover adalah gabungan dari kedua macam kabel Straight-Through yang terdiri dari model 568A dan 568B.

Pada kabel Crossover, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.

Adapun fungsi kabel Crossover yaitu :

Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung.Menghubungkan 2 buah HUB / Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB / Switch.Menghubungkan komputer ke port uplink Switch.Menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch.